Rabu, 06 Mei 2015

Konfigurasi ISCSI (CentOS 6,6)



Table Address
Nama
OS
IP Address
Subnetmask
Server iSCSICentOS192.168.1.19255.255.255.0
Client-debianDebian192.168.1.255.255.255.0
Client-windWindows172.168.1.255.255.255.0
Tujuan Pembelajaran

· Dapat mengetahui apa itu storage server (iSCSI) beserta fungsinya.
· Dapat melakukan konfigurasi iSCSI target pada server Centos
· Dapat melakukan kofigurasi iSCSI intiator pada client Windows dan Debian

Konsep Dasar

Pengertian iSCSI
iSCSI merupakan kependekan dari internet small computer system interface. iSCSI merupakan sebuah cara/protokol untuk menghubungkan perangkat penyimpanan melalui jaringan menggunakan TCP/IP. Hal ini dapat digunakan melalui LAN, WAN, atau Internet. Server/PC penyimpanan (Target) dan server/PC pengakses (Initiator)dengan kata lain iSCSI digunakan untuk menghubungkan hard disk beserta transfer data melalui jaringan internet maupun intranet. iSCSI biasanya digunakan pada SAN (Storage Area Network), tetapi untuk NAS (Network Attach Storage) terkini sudah mengimplementasikan iSCSI.
Konsep iSCSI berbeda dengan NFS dan Samba, dimana NFS dan Samba hanya menempelkan directory computer server ke directory computer client sedangkan iSCSI menempelkan hardisk pada suatu computer server ke computer client sehingga pada sisi client seolah olah memiliki hardis (partisi) tambahan. Hardisk tambahan tersebut dapat di format, dan di mount, bahkan dapat juga di buat partisi lagi.

Jenis-Jenis iSCSI
a) iSCSI Target
iSCSI target adalah server storage yang menerima perintah iSCSI dari client. Mudahnya iSCSI target berda pada server yang memberikan hardisk (partisi) ke setiap iSCSI initiator (client). Di dalam iSCSI target harus terinstall perangkat lunak IET (iSCSI Enterprise Target) atau TGT yang berfungsi agar blok hardisk (partisi) pada server dapat di tempelkan pada computer lain atau computer client.

b) iSCSI Initiator
Jika iSCSI target itu adalah server storage maka iSCSI initiator adalah iSCSI yang berjalan pada client. iSCSI initiator dapat terhubung ke iSCSI target menggunakan koneksi Ethernet. Hal ini memungkinkan kita untuk mengakses penyimpanan yang ada di lokasi yang berbeda dari komputer kita. Ketika komputer kita terhubung ke disk pada perangkat target iSCSI, disk muncul sebagai hard disk lokal yang dapat dikelola dan diakses seperti hard disk lokal lainnya. Mudahnya hardisk (partisi) pada server yang sudah di tempelkan pada client dapat di akses di computer client manapun asalkan masih berada dalam satu jaringan (lokal). Untuk performa terbaik, Gigabit Ethernet adapter jaringan, yang mentransmisikan data dengan kecepatan 1000 megabit per detik (Mbps), merupakan perangkat yang sangat dianjurkan untuk koneksi ke target iSCSI.

Keunggulan iSCSI

iSCSI dapat berfungsi juga sebagai hardisk eksternal. Jika hardisk internal pada server sudah penuh kita hanya perlu membuat iSCSI server dan menghubungkannya ke server kita yang kapasitas disknya sudah tidak cukup lagi.
Bisa menambah kapasitas hard disk tanpa harus memasukan hard disk ke dalam server.
Hard disk iSCSI bertingkah laku seperti hard disk internal yang bisa diformat dan dipartisi.
Lebih mudah melakukan backup secara remote dari jarak jauh.
Metode Penyimpanan iSCSI
Metode penyimpanan yang digunakan dalam iSCSI adalah :
SAN (Storage Area Network)
NAS (Network Attached Storage)
Sistem media penyimpanan terpusat dalam jaringan, yang memungkinkan komputer server atau client untuk menggunakan media penyimpanan tersebut seolah-olah menggunakan penyimpanan lokal (local disk).
SAN (Storage Area Network)
Merupakan sebuah jaringan berkecepatan sangat tinggi yang khusus, terdiri dari server dan penyimpan (storage). SAN merupakan sebuah sistem dimana 2 atau lebih server bisa mengakses sebuah storage (bisa juga lebih dari 1). SAN dalam penggunaannya terpisah dan berbeda dengan LAN/WAN.
SAN digunakan untuk menangani trafik data dalam jumlah besar antara server dan penyimpan (storage), tanpa mengurangi bandwidth yang ada di LAN/WAN. Biasanya SAN tersambung melalui Fiber Channel, sebuah teknologi komunikasi data berkecepatan sangat tinggi, menjadikan SAN sebuah jaringan dedicated yang platform-independent yang beroperasi di belakang server.
Keuntungan menggunakan SAN adalah :
Availability: satu copy dari data dapat di akses oleh semua host melalui jalur yang bebeda dan semua data lebih efisien di manage-nya.
Reliability: infrastruktur transport data yang dapat menjamin tingkat kesalahan yang sangat minimal, dan kemampuan dalam mengatasi kegagalan.
Scalability: server maupun media penyimpanan (storage) dapat ditambahkan secara independent satu dan lainnya, dengan tanpa pembatas harus menggunakan sistem yang proprietary.
Performance: Fiber Channel (standar enabling teknologi untuk interkonektifitas SAN) mempunyai bandwidth 100MBps bandwidth dengan overhead yang rendah, dan SAN akan memisahkan trafik backup dengan trafik standar LAN/WAN.
Manageability: berkembangnya perangkat lunak dan standar, baik untuk FC-AL (Fibre Channel Arbitrated Loop) maupun Fiber Channel fabric memungkinkan manajemen dilakukan secara terpusat, koreksi dan deteksi kesalahan yang proaktif.
Return On Information Management: Karena tingkat redudansi, kemampuan managemen yang baik, dan kemampuan untuk di tambahkan server dan media penyimpan (storage) secara independen , SAN memungkinan biaya kepemilikan yang rendah pada saat yang sama menaikan Return On Information Management (ROIM) di bandingkan metode penyimpanan tradisional.
NAS (Network Attached Storage)
NAS adalah network attach storage, jadi storage yang ada dikoneksi kan kejaringan melalui dedicated line, tidak hanya server saja tapi PC client biasa bisa mengakses storage dan yang membedakan antara SAN dan NAS adalah SAN menggunakan Block dan NAS menggunakan File.

Konfigurasi

Sebelum melakukan konfigurasi ISCSI terlebih dahulu setting IP server (CentOS) dan client (Debian - Windows7)

  • Pada CentOS, lakukan installasi ISCSI
  • Lalu tambahkan harddisk pada virtual box (vdi)
  • jika sudah cek harddisk yang sudah ditambah dengan sintaks "fdisk -l" (saya menambahkan harddisk kurang lebih 8GB)
  • Sekarang kita buat partisi pada disk yang tadi untuk digunakan ISCSI dengan sintaks "fdisk/dev/sdb"


keterangan:
n            : membuat partisi baru
p            : memilih primary partition
1            : memilih partition number
1024M  : kapasitas partisi yang akan dibuat
w           : Menyimpan partisi yang dibuat
  • Jika sudah selesai, restart dengan sintaks "Service tgtd restart"
  • Format partisi ISCSI nya dengan sintaks "mkfs.ext4 /dev/sdb1"
  • Buat physical volume, volume group, dan logical volume dengan sintaks sebagai berikut
Physical Volume


Volume Group


Logical Volume



  • Masuk ke file target.conf dengan sintaks "vi /etc/tgt/target.conf" dan edit seperti gambar dibawah ini
  • jika sudah, restart dengan sintak "service tgtd restart"

  • Kemudian pada client debian, kita install ISCSI Initiatornya dengan sintaks "apt-get install open-iscsi"

  • Lalu edit file iscsid.conf dengan sintaks "nano /etc/iscsi/iscsid.conf" dan edit seperti dibawah ini
  • Jika sudah. Restart ISCSI dengan sintaks "/etc/init.d/open-iscsi restart"

  • Sekarang login ISCSI dengan sintaks "iscsiadm -m node --login"
  • Cek session ISCSI dengan sintaks "iscsiadm -m session -o show"
  • Kemudian lakukan konfirmasi partisi ISCSI dengan sintaks "cat /proc/partitions"
  • Sekarang cek dengan sintaks "fdisk -l"
  • Sekarang kita mount partisi harddisk ISCSI dengan format ntfs, sebelumnya kita install dulu ntfs-3g agar pada saat mounting tidak terjadi read-only
  • Mount partisi /dev/sdb pada direktori /iscsi
  • Pada client Windows 7, pertama klik Start-> pada menu search ketik "ISCSI Initiator" masukkan targetnya (IP Server) lalu klik "Quick Connect"
  • Lalu klik done
  • Masuk ke kolom "Volume and Devices" lalu klik "Auto Configure" jika sudah klik OK
  • Sekarang masuk ke start->computer klik kanan "manage"->Disk management. nanti akan muncul seperti gambar dibawah ini
  • Beri nama pada partisi disk dengan huruf
  • Pilih jenis format partisi
  • Selesai, anda sudah berhasil membuat partisi harddisknya

Active Directory pada Windows server 2008

Tujuan

- Mengetahui penjelasan tentang Active Directory.
- Bisa mengkonfigurasi server Active Directory.
- Bisa mengkonfigurasi client Active Directory.

Konsep Dasar 

         Active Directory adalah layanan direktori yang dimiliki oleh sistem operasi jaringan Microsoft Windows server 2000, Windows server 2003 dan Windows Server 2008. Active Directory terdiri atas basis data dan juga layanan direktori. Basis data yang dimiliki oleh Active Directory menyimpan segala sumber daya yang terdapat di dalam jaringan, seperti halnya komputer yang telah tergabung ke sebuah domain, daftar akun pengguna dan kelompok pengguna, folder yang di-share, dan lain-lain. Sementara itu, layanan direktori yang dimilikinya membuat informasi yang disimpan di dalam basis data dapat diakses oleh pengguna dan aplikasi. Active Directory sebenarnya merupakan implementasi dari protokol Lightweight Directory Access Protocol (LDAP).

Langkah-Langkah

Server = Windows Server 2008
Client = Windows 7

  • Pada Windows Server 2008, ubah IP Addressnya.

  • lalu ke dekstop ke menu search dan ketikkan "dcpromo" maka akan keluar installer.klik "next"
  • lalu klik next
  • setelah itu pilih "create a new domain a new forest" lalu klik "next"

  • Lalu masukkan domain yang ingin digunakan. lalu klik next
  • Lalu masukkan NetBios namenya. lalu klik next
pariwara : toko bunga di karawang
  • Pada pilihan forest functional, pilih Windows server 2008. lalu klik next 


  • Setelah itu klik next

  • klik yes saja untuk melanjutkan proses installasi

  • Disini adalah lokasi penyimpanannya. klik next

  • Lalu masukkan password untuk active directory anda

]

  • klik next

  • beri tanda ceklis agar setelah selesai windows langsung mereboot otomatis

  • Setelah selesai mereboot, buka DNS dengan cara "start -> administrative tools-> DNS



  • Pada folder domain yang tadi dibuat klik kanan lalu pilih new host (A or AAA)
  • Lalu pada kolom name masukkan sub domain yang akan di gunakan client, dan pada kolom IP address masukkan IP yang akan digunakan client


  • Lalu masuk ke cilent (Windows 7) setting IP addressnya



  • Masuk ke Computer Name, lalu klik change
  • Lalu pada kolom Computer Name masukkan sub domain yang tadi dibuat di new host pada DNS. dan masukkan domain yang di buat di Windows server tadi
  • masukkan username dan password. lalu klik ok
  • Setelah restart Windows. nanti akan muncul seperti ini yang artinya kita sudah terjoin ke windows server
  • Dan beginilah hasil tampilan secara rincinya